“ AAAAAA.” Teriak Asyila yang langsung bangun dan menutupinya karena malu. Dia pun langsung keluar dari kamarnya. Berbeda dengan Gibran, dirinya benar-benar tidak menyangka kalau niatnya yang hanya ingin meledek Asyila menjadi seperti ini. Dia hanya bisa menelan ludahnya, sambil memegangi pipinya yang baru saja di kecup oleh Asyila. “ Kamu bodoh banget sih Gib, ngapain juga kamu melakukan ini. Aduh gimana aku menghadapi Asyila. Aku yakin Asyila pasti marah banget sama aku. Atau jangan-jangan dia kasih tahu ke papa atau mama.” Ucapnya yang kemudian langsung menyusul Asyila keluar. Dan menahan Asyila untuk tidak memberitahukan apa yang terjadi pada mereka berdua. Kedua orang tua Asyila yang mendengar teriakan Asyila dari atas pun khawatir dan langsung berniat menghampirinya. Tapi terny

