Asyila pun hanya menyeringai melihat sikap Gibran yang begitu angkuh. Namun Asyila kembali mengeryitkan dahinya saat Gibran tersenyum manis kepada mamanya. Bahkan dia langsung kembali berdiri untuk menyapa dan menyalami mamanya. “ Maaf tante, Gibran ngga sopan karena langsung duduk. Senang bisa bertemu dengan tante Ulya. Papa banya cerita tentang tante ke Gibran.” Ucap Gibran dengan sangat sopan, berbeda jauh saat dia bicara dengan Asyila. “ Ngga apa-apa kok, tante ngga menyangka bisa bertemu dengan Gibran lagi setelah sekian lama. Dan tante ngga menyangka kalau Gibran akan setampan ini lho sekarang, papamu juga sudah banyak cerita tentang kamu yang begitu membanggakannya. Makasih karena sudah mau datang ke acara Asyila.” “ Sama-sama tante, tapi kalau boleh jujur ini pun karena di pak

