Ketika Gibran pulang ke rumah, dia tidak melihat Asyila yang biasanya sedang membantu mbok Jum menyiapkan makan malam. Gibran yakin, kalau Asyila pasti marah padanya. Sebenarnya dia pun ingin tidak memikirkannya, karena dia yakin kalau Asyila tidak akan bisa marah lama-lama kepanya. “ Mbok.” Panggil Gibran yang menghampiri mbok Jum di dapur. “ Ya Allah, tuang Gibran ngagetin saya saja.” “ Asyila dimana, tumben dia ngga bantuin mbok masak.” “ Tadi, non Asyila nemenin tuan Adam di kamar tuan.” Jawab mbok Jum. “ Owh gitu ya, ya sudah kalau gitu saya ke kamar dulu ya mbok.” “ Tunggu tuan.” “ Ada apa mbok.” “ Tadi non, Asyila nyuruh mbok buat nyuruh tuan Gibran makan setelah pulang. Dan katanya itu wajib, dan setelah itu baru minum obat.” Jawab mbok Jum, yang membuat Gibran lega terny

