Tepat jam tiga subuh, Cinta bangkit dari kasur nya karena merasa kandung kemihnya sudah terisi penuh. Masuk ke kamar mandi untuk melanjutkan ritualnya. Setelah usai, wanita itu pun keluar dari kamar mandinya, dan matanya auto membelalak sempurna, saat tanpa sengaja menangkap satu cebisan nota kecil yang melekat pada cermin riasnya. “Astaga! Kebayanya Naira tertinggal di rumah sakit!” pekik Cinta tiba-tiba. Rasa kantuknya yang masih tersisa tadinya, auto menghilang begitu saja, tergantikan rasa cemas yang berlebihan. Wanita itu lantas menerobos keluar dari kamarnya, dan berlari menuju kamar papa dan mamanya, kemudian menggedor pintunya dengan kuat. “Mama! Mama bangun ma, pa!” pekik Cinta, seperti orang kesurupan. Klek! Brenda dan Steve membuka pintu kamar dengan ekspresi khawatir “Cin

