Flo sudah beberapa kali mondar-mandir dari dalam rumah ke depan pintu, berdiri di teras sebentar menatap jalanan berharap Morgan muncul seperti pahlawan seperti biasa. Dia ke mana, sih? Flo membatin dalam hati. Sebenarnya Flo sama sekali tak keberatan jika Morgan hanya menemuinya saat malam datang. Namun, ayahnya datang dua jam lalu dan ingin menemui Morgan sebelum bertolak kembali ke Singapura. “Flo! Mana dia?” Ayah Flo, Daidan telah ada di belakang Flo saat ia menoleh. Flo memutar matanya malas. Jika tidak karena izin untuk bisa menikah dengan Morgan secepatnya, Flo tak akan setakut ini. Ia bisa saja memberi alasan untuk keterlambatan Morgan. “Sebentar lagi, Yah, Morgan bilang dia sudah ada di jalan.” Flo mendorong tubuh ayahnya masuk lagi ke dalam rumah. Dipikirkannya sesuatu yan

