Abra POV "Tidur yang nyenyak ya, princess-ku. I love you" Drrtt..ddrttt..click. "Hm?" "Bagaimana? Apa reaksinya? Dia marah? Cemburu? Hahahaaha sudah ku duga. Dia pasti cemburu.." "Cemburu?! Hei, asal kau tau dia sama sekali tidak bereaksi seperti itu" "Hah? Serius? Tapi tadi waktu sama aku dia kayak cemburu tuh" "Maksud?" "Ya.. tadi waktu ngobrol sama aku dia sinis gitu. Kayak marah terus cemburu sama kesal gitu deh" "Beneran?" "Suer!! Hah, emang susah ya ngomong sama pria ngga berperasaan. Dasar Abra, dari dulu ngga pernah berubah, tidak peka! Ck, sudahlah lebih baik aku membuatkan teh hangat untuk suamiku tercinta daripada harus kehabisan pulsa cuman buat ngejelasin panjang lebar tentang hal sepele kayak gini ke orang ngga peka" PIP! "Terserah" gumamku lalu meletakkan handpho

