Suster Alila membuka pintu ruangan dokter Hengki tanpa ragu. Lintang membuntut di belakangnya. Dokter muda berkaca mata itu, segera menyambut kedatangan mereka. "Eh ... Alila ... Lintang," sapa sang dokter ramah. "Huff ... syukur lah kamu datang, Lintang. Anak ini sudah membuat banyak kekacauan gara - gara kelamaan nggak ketemu kamu." Dokter Hengki memasang tampang lega. Reaksi Lintang hanya tertawa. Ia maklum karena tahu benar bagaimana pembawaan pacarnya yang memang ajaib. Sementara suster Alila nampak tersinggung dengan ucapan dokter Hengki itu. Mukanya cemberut masam. Ingin marah - marah tapi takut kualat. "Hmh ... sebenarnya dia ke sini hari ini bukan untuk ketemu aku, Dok." Suster Alila menjelaskan masih dengan mulutnya yang maju lima senti meter. "Dia ingin menemui Dokter karena

