“Tidak, tidak. Kamu duduk dan diam saja. Nanti akan aku bawakan makanan khusus untukmu.” Sudah empat hari berlalu, dan sikap Mrs. Rubi selalu seperti ini. Setelah mengetahui dengan benar jika Milly hamil, maka wanita paruh baya itu dengan sigap melarang Milly melakukan pekerjaan rumah. Ini semua untuk berjaga-jaga mengingat kehamilan yang masih muda sangatlah rentan. “Dan ini camilan untukmu,” ucap Mrs. Rubi yang menyajikan potongan buah-buahan yang sudah dipotongnya. Milly tersenyum melihat seberapa perhatiannya wanita ini. Ini mengingatkannya akan kasih sayang ibunya. “Terima kasih, Mrs,” balas Milly. Wanita ini mengambil potongan buah apel yang kemudian bebas masuk ke mulutnya. Rasa segera hinggap di dalam mulut Milly membuatnya tak berhenti tersenyum. “Dan s**u untukmu,” kata

