Istri yang Perhatian

1016 Kata

Wanita itu berdiri dengan tangan yang terlipat di depan d**a. Matanya nyalang menatap sang putra yang kini tengah berdiri di hadapannya. Ia sangat marah, bahkan ia murka semenjak putra kesayangannya itu berani membantahnya. Ia marah karena Arya tak lagi mendengarkannya. Sudah sejak pagi, Sofia menyuruh Arya pulang. Akan tetapi rupanya pria itu baru pulang pada sore harinya. "Dari mana saja Kamu?" selidik Sofia. "Dari kantor lah, Ma. Ada banyak sekali pekerjaan," bohong pria itu. "Haruskah mama tunjukkan presensi kehadiran karyawan kantor hari ini?" tanya Sofia. "Eum itu ...." "Aku tidak pernah menyangka jika Arya-ku yang polos kini berubah menjadi seorang pembohong," ucap Sofia. "Kamu selalu Mama banggakan dan Mama selalu percaya padamu." Napas wanita itu kembang kempis penuh emos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN