Sabrina terlihat tersenyum menyeringai kala itu. Arthur menjabat tangan gadis tersebut saat hendak pamit. Mendadak kemudian, hawa dingin terasa menusuk kala telapak tangannya bertemu dengan telapak tangan Sabrina. Arthur yakin kalau gadis itu bukan manusia biasa. Gadis itu sudah berubah. "Sabrina, apa yang sebenarnya menggigit mu?" tanya Arthur akhirnya. "Aku kan tadi sudah bilang kalau aku tak ingat," jawab Sabrina. "Kau yakin? Aku merasa kau menyembunyikan sesuatu di sini," ucap Arthur. "Haruskah aku juga bertanya apa ada yang kau sembunyikan dari kami?" Prince sudah berdiri di depan pintu kamar Sabrina. Pemuda itu mengenakan jaket bertudung menutupi kepalanya. Dia juga menggunakan kacamata. Prince membuka tudung kepalanya dan juga kacamata hitamnya. Dia melangkah masuk seraya ters

