Pulang sekolah, Nenek Louise menghubungi Arthur untuk membelikan kue strawberry kesukaan sang kakek yang sedang berulang tahun. Pemuda itu bergegas mengayuh sepedanya ke toko kue arbei sesuai pesanan sang nenek. Dia mengayuh sepedanya kuat-kuat agar tak bertemu Dean di jalan saat itu. "Huh, kenapa panas sekali hari ini?" keluh Arthur seraya menyeka bulir keringat yang jatuh dari dahinya. Sampai di depan toko kue, lalu Arthur mulai mendorong pintu kaca bertuliskan Yummy's Cake itu. "Permisi, hallo … apa ada orang di dalam, permisi Tuan atau Nyonya!" seru Arthur sambil mengamati lukisan klasik yang terdapat pada dinding dalam toko. "Hallo pemuda tampan! Selamat datang di tokoku, kue apa yang ingin kau beli?" sapa seorang nenek berkepang dua dengan pakaian gaya anak muda di hadapan Arthu

