Pagi itu, Arthur melewatkan panggilan jam weker yang terus berdering terus menerus. Dia pulang larut malam saat menemani Tuan Knight berburu. Fang sudah berusaha menggigit tangan pemuda itu untuk bangun, tetapi Arthur tetapi tak mau bangun. Nenek Louise lantas datang dan menciprati wajah milik Arthur dengan air dalam gelas yang selalu tersedia di atas meja kabinet pemuda itu. "Hah, tolong hujan badai, aku tenggelam … tolong aku!" pekik Arthur yang langsung terkejut lalu terbangun dari kasurnya mendapati sang nenek yang memegang sebuah gelas. "Hahaha, dia mengigau rupanya," ledek Fang. "Apa kau tak mau sekolah hari ini?" tanya sang nenek. "Ah nenek, lima menit lagi ya. Aku sangat mengantuk sekali," rengek Arthur merebahkan tubuhnya kembali tak peduli dengan ranjangnya yang basah. "Art

