"Pagi Arthur!" sapa Namira yang melintas dengan sepedanya. "Hai, Namira! Selamat pagi," sapa Arthur seraya memberikan senyuman termanisnya pada gadis itu. "Kau mau ke sekolah, kan?" tanya Namira. "Iya tentu." "Baiklah aku akan menemanimu," ucap Namira yang mengayuh sepedanya beriringan dengan sepeda Arthur. "Tapi, bukan kah sekolah kita berlainan arah?" tanya Arthur. "Tak apa aku akan pembalap sepeda yang handal aku bisa sampai di sekolahku lebih cepat dari ini." "Baiklah kalau begitu, ayo kita berlomba!" ajak Arthur. Sesampainya di depan gerbang sekolah pemuda itu, banyak murid laki-laki yang terhenti langkahnya menatap wajah Namira. Wajah gadis itu memang cantik dan berkilau diterpa sinar mentari pagi itu. "Haruskah aku buka stand untuk fan sign mu di depan sekolahku?" ucap Ar

