Sesampainya di rumah, Anita langsung memanggil putra semata wayangnya untuk segera hadir menemuinya di ruang tengah. Rara pun disuruh duduk menunggu di sana, untuk ditanyai lebih lanjut tentang keputusannya bekerja. “Rey! Cepat turun! Mami mau bicara!” teriak Anita yang sudah merasa geram dan gemas dengan putranya sendiri. Rara pun terlihat masih ketakutan jika sampai dirinya diamuk oleh ibunya Rey, atau diusir dari tempat tinggalnya itu. ‘Mampus deh, gimana kalau aku sampe diusir?’ ujarnya dalam batin. Rey akhirnya turun juga dari kayangan. Bukan sih, dia hanya turun dari lantai dua kamarnya menuju ke ruang tengah yang ada di lantai bawah, karena teriakan dari ibunya begitu mengganggu waktu tidurnya. Dengan wajah yang terlihat teler setengah sadar, Rey yang tadinya sudah sempat tertid

