Rey dan Rara kini masih tidur di atas ranjang yang sama, sambil berpelukan. Rara yang baru merasakan sensasi dari apa yang telah dilakukan Rey tadi, masih merasa berdebar. Ada perasaan takut, merasa bersalah, bergelora, dan segala hal cpur aduk jadi satu. Entah perasaan apa ini Rara pun tak tahu. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sudah terlewatkan dan kini berusaha untuk tetap tegar menerima kejadian tersebut. Bahkan, sebenarnya ada rasa penyesalan juga yang dia rasakan atas kejadian tadi. ‘Kenapa aku nggak lawan Rey lebih tegas tadi? Kenapa malah … keenakan …,’ batinnya sambil sekilas mengingat lagi sensasi yang diberikan oleh Rey. Wanita ini pun memeluk erat tubuh Rey sambil menenggelamkan wajahnya di d**a pria tersebut. Rasanya rara begitu malu, dia merasa bodoh karena telah

