Beberapa kali Rara menghubungi Rey tapi dia tak juga menjawab. Maklum saja pria tersebut masih dalam rapat penting yang tak dapat ditinggalkan. Tapi tentunya hal itu kembali membuat Rara kian panik. “Kenapa si Rey nggak pernah jawab kalau ada yang penting kayak gini sih! Nyebelin banget!” keluh Rara yang masih saja terlihat ketakutan akan ancaman seniornya. Jihan yang berada di sebelahnya pun kini berusaha menenangkannya, karena tak ingin sahabatnya itu menjadi panik sendiri. “Udah Ra, tenang dulu. Kalau Kak Rey udah laporin mereka, pasti mereka sekarang langsung disidang sama petinggi.” Meski belum paham apa yang sebenarnya terjadi, Jihan memilih tak menanyakan alasan yang membuat Rara kian khawatir ini. Ia hanya ingin temannya itu berusaha tenang dan tak terlihat begitu panik seperti

