Alesha menunggu Devano di kamarnya, dia duduk di sebuah sofa sambil memeluk lutut. Tatapan sedih itu mengarah ke luar jendela, melihat langit yang sedang cerah oleh jutaan bintang dan bulan. Malam ini tidak akan ada badai yang membasahi bumi, tapi hati Alesha sedang bergerimis sejak tadi. Dia sedih, Devano belum juga datang, padahal jam sudah menunjuk ke angka sepuluh malam. Ke mana perginya pria itu setelah katanya ingin mengecek bagian sebelah kanan kediaman Axelleyc? Jam sudah mepet, tapi Alesha belum mendapatkan yang dia inginkan. Hatinya sedih, sungguh sendirian tanpa ada siapa pun yang mengingat hari bahagianya selain Thalia. Tidak ada makan malam spesial atau acara kecil lainnya. Apa memerlukan waktu selama ini mengecek keadaan? Sejak tadi sore Devano pergi, hingga larut belum bern

