Pagi-pagi Alesha bangun, dia menggeliat pelan dalam pelukan Devano. Semalam mereka melihat dengan puas bagaimana pemandangan alam dan gedung-gedung pencakar langit yang begitu menakjubkan. Keduanya memilih tiduran di balkon hingga pencapai jam dua belas malam sambil menikmat minuman hangat dan cemilan ringan yang dibawakan oleh pelayan hotel. Jika kata Alesha semalam dia pandai menjaga diri dan dapat menolak pesona Devano, dia salah besar. Terbukti semalam pria itu berhasil lagi menguasai diri Alesha. Keduanya olahraga malam hingga dini hari, sampai Alesha berkata lelah dan menyerah. Tenaga Devano bukan tandingan Alesha, dia merasa tulang-tulangnya sakit. Menggeliat pelan, Alesha masih enggan membuka mata. Dia begitu lelah, tidurnya sangat nyenyak dan bermimpi indah. Lagi, untuk ketiga k

