22. Hari Pernikahan

2608 Kata

Alesha sudah berhasil disulap bagai seorang putri kerajaan yang sangat cantik. Riasan itu tidak berlebihan, sehingga nampak sangat pas di wajah muda Alesha. Penata riasnya begitu handal, jemari lentiknya mampu membuat wajah yang biasanya tampil polos kini terlihat memesona. Persis seperti wanita blasteran surga, indah dan rupawan sekali. Kalau kata Bibi Pen, Alesha adalah barbie hidup. Raut wajahnya tidak bosan dipandang, malah membuat candu. Ketika bibir mungil berwarna kemerahan itu mengulas senyum, semua yang melihatnya akan terbius dalam sekejap. Apalagi saat mata indahnya mengerjap beberapa kali, amarah Devano saja mampu diredakan. "Paman, aku mau bernegosiasi lagi!" Alesha menatap Devano yang sedang mematut diri di depan cermin besar di kamar tamu yang sedang Alesha tempati. Setelan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN