Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku jatuh hati pula hanya pada satu pria. Kuserahkan jiwa dan ragaku pada orang yang buatku nyaman, buatku terkadang gundah, buatku tertawa dan bahagia. Hidupku selamat saat pria yang membuatku jatuh hati adalah penyelamatku. Di bawah rintik hujan kulihat wajahnya yang tampan nan rupawan. Dulu saat di atap sekolah, kau nyatakan kata manis penuh makna. Dulu banyak waktu yang kita habiskan berdua. Dulu kita saling bercanda tawa. Sekarang aku tak menyangka, orang yang kuanggap pintar, bijaksana, dewasa dan romantis itu seorang pengkhianat. Di malam saat hujan lebat, saat dingin menusuk pori-pori dan saat raga kami terasa lelah. Bodohnya aku menyerahkan mahkotaku padanya. Pada orang yang ujung-ujungnya menyakiti perasaanku. Iya, dia! Dia yang

