"Oke kalo gitu! Bener setuju, kan, ya, kalo pacarannya sembunyi-sembunyian?" tanya Aksara untuk memastikan. Kali ini hatinya tengah berbunga-bunga karena Seila menerima cintanya. "Iya aku setuju!" Seila tersenyum manis pada Aksara. Dia merasa beruntung di cintai oleh Aksara. Mereka berdua berpelukan dan Aksara mencuri satu kecupan di pipi Seila. "Ih … Kakak!" Seila menepuk pelan pundak Aksara. "Pipi aku juga, dong!" pinta Aksara sambil menunjuk pipinya. Seila tersipu malu, tapi ia menurut untuk mencium pipi Aksara singkat. Seorang pria dari balik pintu memperhatikan mereka berdua. Dia mengepalkan tangan dan wajah dan matanya memerah seolah emosi begitu memuncak dan api kemarahan bisa menyambar kemana saja. "Kalian gak boleh jadian!" gumam Angga. Dia sudah menyukai Seila lebih dulu di

