Sampai acara selesai. Adrian tak bisa menjamah Nadine sedikit pun. Leonard membawa wanita itu berlalu-lalang dan mengenalkannya pada hadirin pesta. "Kita pulang sekarang, aku sangat lelah," keluh Leonard. Nadine pun mengangguk. Mobil hitam berlapis kaca gelap berhenti di depan lobi hotel mewah tempat pesta itu digelar. Petugas valet segera membukakan pintu, dan Leonard mempersilakan Nadine masuk lebih dulu. Tanpa banyak bicara, mereka duduk berdampingan di kursi belakang, hanya ditemani sunyi dan suara mesin halus yang membawa mereka pergi dari kerumunan yang tadi menyoraki nama mereka. Leonard menyandarkan kepala ke sandaran jok, membuka dasinya perlahan. “Hari ini melelahkan. Tapi kamu tampil luar biasa.” Nadine hanya mengangguk kecil. “Saya masih belum percaya dengan semua ini.” L

