Adrian menekan kuat dagu Nadine, wajahnya perlahan mendekat. Tingkahanya membuat mata Nadine terbelalak. Tekanan jari Adrian pada dagunya menyebabkan rasa nyeri disatu titik. 'Apa yang mau dia lakukan?' batin Nadine frustrasi. Perlahan pria itu memejamkan mata dan mendekatkan bibirnya ke bibir Nadine. 'Tak ada cara lain!' Sebelum terjadi sentuhan, Nadine menamparnya keras. Suara tamparan itu menggema, menyayat keheningan perpustakaan seperti petir yang tiba-tiba mengoyak langit cerah. Adrian tertegun. Kepalanya sedikit terpaksa menoleh ke samping karena pukulan itu, tapi matanya tetap menatap Nadine dengan campuran keterkejutan dan amarah. “Jangan pernah sentuh aku,” bisik Nadine tajam. Tubhunya gemetar, nafasnya tersengal, dan dadanya naik-turun. Reaksinya bukan karena takut, tapi

