Perceraian

1540 Kata

Lilian tak menyangka hari ini akan menerima kedatangan tamu tak terduga. Perempuan itu tertegun di ruang tengahnya saat Abim tiba dengan langkah yang tenang. Mereka berdiri berhadapan dengan wajah datar, lalu keduanya saling memindai keadaan masing-masing seperti sudah lama tidak bertemu. "Aku mau bicara." Abim berucap. "Maka bicaralah." jawab Lilian yang selama berhari-hari telah menyiapkan hati sejak terakhir kali dirinya menemui sang putra. "Apa ibu yakin akan menceraikan pria itu?" tanya Abim kepadanya. "Yakin." "Kenapa?" "Mungkin seharusnya seperti itu sejak dulu. Seharusnya ibu memilih membesarkanmu sendiri tanpa memikirkan siapa yang akan memberikan nama belakang seorang pria kepadamu." "Seharusnya ibu berani menjalaninya sendirian dan menolak keputusan kakekmu. Hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN