"Mama, dedek bayinya udah bisa denger belum?" Abyan memeluk perut buncit ibunya, lalu menempelkan telinganya disana. "Sudah." Reva mengusap kepala putra pertamanya itu dengan lembut, lalu menciuminya dengan penuh kasih sayang. "Tapi kok nggak balas?" Abyan mengusap-usapnya dengan tangan kecilnya, mencoba mencari tahu. "Belum bisa kak." Reva terkekeh. "Kok gitu? Bisanya kapan?" dia dengan penasaran. "Tidak tahu, bisa sekarang, bisa nanti." jawab Reva, menjelaskan. "Tapi dedek beneran dengar kalau Abi bilang apa-apa?" bocah itu mendongak. "Dengar dong." "Oke." "Memangnya Abi mau bilang apa sama dedek bayi?" "Mau bilang I love you. Kakak sayang kamu." katanya, dan dia kembali memeluk perut ibunya dengan erat. "I love you too." Abim menyahut, dan dia ikut duduk disamping Rev

