Setelah dari Surabaya keadaan Gevit jauh dari kata baik-baik saja, cowok itu tiba di rumah pukul satu siang hari tadi, dan selama sisa hari Gevit memutuskan untuk mengurung diri di kamarnya. Aletta pulang sekolah sekitar pukul tiga sore hari, gadis itu langsung menuju kamar sang kakak setelah mendengar kabar bahwa Gevit sudah sampai di rumah. “Abaaang” Letta memutar knop pintu, dikunci. “Eh, kok di kunci tumben” dia mengetuk pintu Gevit dengan brutal. “Baaang, bukain dong. Mau nagih oleh-oleh nih!” Letta tersenyum lebar seraya menggosok-gosokan telapak tangan, dia sudah tidak sabar melihat oleh-oleh apa yang dibawa sang kakak. Tidak mau Letta curiga padanya, Gevit segera membuka pintu kamar dan menyerahkan paper bag berukuran sedang. “Nih.” “Yes!!” mata Letta berbinar, tatapannya beralih

