Epilog

630 Kata

Singapura Di dalam apartemen, dia duduk di sofa seraya membolak balikan layar ponsel. Dia bingung. Ingin menghubungi seseorang, tapi terlalu takut. Di lain sisi, dia merindukan seseorang itu. Sebuah tangan menyentuh pundaknya, “Kalau mau telepon, telepon aja. Jangan ditahan” “Tapi aku takut, Pa” Anggoro menyodorkan ponselnya, tanpa menunggu persetujuan Alfa pria itu menghubungi Andini. “Pa–” “Alfa, papa nggak pernah melarang kamu buat berhubungan dengan Aletta, begitu juga Andini. Asal, kamu tau kalau sedekat apapun kalian, kebersamaan itu hanyalah sebuah khayalan” “Letta pasti kecewa sama aku, Pa” “Nak, jangan berpikiran negatif terus. Cobalah untuk berdamai dengan diri kamu sendiri” ucapan Anggoro terjeda saat telepon mereka tersambung. Wajah cantik Andini memenuhi layar.  “Alfa?

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN