Semua terjadi begitu cepat, pagi tadi keluarga Skalla masih baik-baik saja. Andini dengan acaranya, Letta dengan jadwal menjenguk Alfa dan Gevit yang akan pergi mengantar Ivy pergi ke tempat Audisi. Tapi pagi cerah mereka tiba-tiba jadi suram. Gevit gagal mengantar Ivy, dan sekarang Letta.. Perasaan Gevit campur aduk, hari yang dia takutkan, hari yang selalu Gevit doakan agar tidak terjadi, hari yang berhasil merobohkan dinding pertahanannya selama ini. Saat netranya menangkap sosok gadis yang berdiri dengan air mata berderai di depan rumah sakit, hati Gevit seakan tercabik-cabik. Gevit merentangkan tangan, siap menyambut sang adik dengan sebuah pelukan. Saling menguatkan. Letta berlari ke arah Gevit dan langsung menghambur, dia tidak peduli akan tatapan orang-orang yang berjalan melewat

