Hidup itu pilihan, dan Letta memilih untuk tidak hidup seperti zombie karena wajahnya yang kusut banget ditambah dengan kantung mata yang menghitam. Selama camping gadis itu tidak bisa tidur dengan nyenyak, setiap malam dia selalu memikirkan betapa empuknya ranjang yang ada di depannya saat ini. Setelah sampai di rumahnya yang sepi, Letta langsung naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Setelah membersihkan tubuh, yang ngomong-ngomong seger banget, Letta kemudian meloncat naik ke atas ranjangnya. Merajut mimpi di siang hari, hal yang jarang sekali gadis itu lakukan karena kalau siang dia harus sekolah. Saat merasakan betapa empuknya ranjang dan bantal yang ia punya, perlahan kelopak mata gadis itu terpejam, siap berpetualang ke dunia mimpi, kalau ke dunia paralel Letta belum sia

