Pagi menyambut dengan matahari yang bersinar cerah hari ini, pagi bisa jadi cerah, tapi sore nanti mungkin mendung akan datang. Seakan iklim itu seperti roda kehidupan yang bisa berubah kapanpun tanpa tandang aling. Sekitar pukul sembilan pagi, Andini baru bangun. Perempuan itu turun masih dengan piyama yang melekat di badannya, menuju dapur Andini kehausan. Sepertinya pagi ini suasana rumahnya akan sepi karena Aletta pergi camping. Sementara Gevit sudah Andini tebak dia tidak akan keluar kamar karena sibuk belajar di kamarnya. “Enaknya masak apa buat anak lanang” gumam Andini sembari menscroll internet, mencari resep makanan yang sekiranya bisa menggugah selera. Weekend gini, sepertinya tidak apa-apa memasak sesuatu yang sedikit lebih rumit dari omurice yang biasa ia buat untuk sarapan a

