Keintiman yang terjadi di kamar mandi subuh itu hanyalah pembuka. Malam itu, di kamar hotel yang tenang, Abyan dan Reyna berniat menebus semua waktu, kerinduan, dan ketegangan emosional yang telah mereka lewati. Pintu kamar terkunci, dunia luar seakan lenyap, dan yang tersisa hanyalah mereka berdua. Setelah pelepasan pertama, Abyan tidak membiarkan Reyna terlepas dari pelukannya. Ia menahan Reyna erat-erat, seolah takut istrinya akan lenyap lagi. Ia memandangi Reyna dengan tatapan yang penuh cinta, hasrat, dan sedikit obsesi lucu yang khas dirinya. "Aku nggak mau kehilangan kamu lagi, Rey. Bahkan sedetik pun," bisik Abyan, menciumi bahu Reyna yang hangat. "Aku di sini, Mas. Nggak akan ke mana-mana," balas Reyna, memeluk erat pinggang suaminya. Keintiman mereka nggak berhenti di situ. B

