Buta karena cinta

1603 Kata

Pagi menjelang, sinar matahari masuk lewat celah gorden yang setengah terbuka. Reyna masih terbaring di pelukan Abyan, rambutnya berantakan, wajahnya memerah karena lelah bercampur malu. “Mas… lihat nih, gara-gara kamu, Reyna jadi telat kuliah,” gumamnya sambil menepuk pelan d**a Abyan. Abyan hanya terkekeh, jemarinya mengusap pipi istrinya yang basah keringat. “Telat sedikit nggak apa-apa, Sayang. Yang penting kamu bahagia.” Reyna mendengus, lalu bangkit perlahan. “Bahagia sih bahagia, tapi badan Reyna pegal semua. Mas keterlaluan…” Abyan ikut duduk, lalu meraih pinggang istrinya dari belakang. “Pegal karena Mas terlalu sayang sama kamu,” bisiknya menggoda. “Ish, Mas…” Reyna menoleh, wajahnya setengah kesal tapi matanya berbinar. “Kalau teman-teman tahu aku berangkat kuliah denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN