Pagi buta, suara azan Subuh berkumandang. Abyan, Iqbal, dan Kakek Reyna berjalan kaki menuju masjid. Namun, saat kembali ke rumah, Nenek Reyna panik. "Abyan! Reyna tidak ada di kamarnya!" seru Nenek. Abyan dan Iqbal segera cemas. Keduanya langsung mencari Reyna. Iqbal mengerahkan anak buahnya untuk mencari Reyna di seluruh area Bogor. Abyan hanya bisa berdoa agar ia bisa menemukan istrinya. Reyna kini berada di terminal bus. Ia duduk di dalam bus, menunggu keberangkatan menuju Jakarta. Sementara itu, Abyan dan Iqbal sampai di terminal. "Cari Reyna sampai ketemu!" perintah Abyan. Mereka berpencar, memeriksa setiap bus yang menunggu penumpang. Reyna, yang melihat Abyan dari dalam bus, segera menutupi wajahnya dengan kerudung. Air matanya mengalir deras. Abyan masuk ke dalam

