Tiba-tiba, Nilam bergerak. Ia bangkit, membuat Hanif terkejut. Dengan gerakan slow motion yang menggoda, Nilam duduk tepat di pangkuan Hanif. Hanif langsung tersenyum nakal. "Wah, main curang nih," godanya. Hanif membiarkan Nilam yang memimpin, ia tahu Nilam punya keberanian yang luar biasa. Dengan mata menatap dalam mata Hanif, Nilam perlahan memasukkan kembali pusaka Hanif. "Udah siap, Mas?" bisik Nilam. "Siap 86, Sayang!" jawab Hanif, setengah bercanda. Nilam mulai menggoyangkan pinggulnya di pangkuan Hanif. Goyangannya lembut di awal, lalu semakin cepat, membuat Hanif memejamkan mata. Hanif yang tadi menyerahkan kendali, kini mulai aktif. Tangannya meremas p******a Nilam dan menghisapnya dengan liar. "Ahhh... Ahhh... Enak banget, Mas!" desah Nilam, suaranya melengking tapi tertaha

