Penculikan dimalam perayaan

1616 Kata

Pagi itu, udara Jakarta terasa sibuk seperti biasa. Reyna sudah siap dengan outfit andalannya, menyempatkan diri membuatkan Abyan sarapan spesial sebelum ia berangkat ke kampus. Sementara Abyan sudah rapi dengan jas terbaiknya. Hari ini adalah hari besar. Ia akan mempresentasikan tender pembangunan hotel di Lombok yang nilainya fantastis, mencapai dua ratus miliar. Ini bukan sekadar proyek, ini adalah penentu reputasi perusahaannya. "Semangat, Mas! Aku yakin, presentasi kamu pasti yang paling keren!" kata Reyna sambil membenarkan dasi Abyan. Abyan tersenyum, mencium kening istrinya. "Doain ya, Sayang. Malam ini kita rayain besar-besaran kalau menang. Kamu mau dress code apa?" "Rahasia! Pokoknya Mas harus menang dulu. Aku tunggu kejutan romantis dari Mas," balas Reyna, matanya berbinar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN