Duka dan perebutan warisan keluarga permana

1451 Kata

Abyan mencium bibir Reyna, dan Reyna membalasnya. Mereka saling melumat, ciuman Abyan turun ke leher Reyna. Perlahan, Abyan membuka pakaian Reyna dan pakaiannya sendiri. Abyan menghisap p******a Reyna. "Mas... ish..." desah Reyna, suaranya tercekat. Abyan kemudian menyatukan tubuh mereka. Awalnya terasa sempit, namun bagi Abyan itu terasa nikmat. Reyna mendesah, ada rasa sakit yang bercampur dengan kenikmatan. "Mmmmph..." desah Reyna. Abyan semakin bergerak cepat, menghentak, bersahutan dengan desahan dan erangan Reyna. Keduanya larut dalam gairah, hingga akhirnya mencapai klimaks. Mereka pun berpelukan, napas mereka memburu, dan keheningan menyelimuti mereka. Napas keduanya masih memburu. Abyan memeluk Reyna erat, mengecup lehernya. "Capek, Sayang?" bisiknya. Reyna hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN