Andrea masih di rumah sakit, diam tanpa kata, Hidupnya hancur bagaikan kepingan, Semua Yang terjadi berhasil memporandakkan hidup dan perasaannya, tak ada yang mampu mengobati sakitnya terkecuali Vanno dan Javier ada di depannya,Hanya itu yang Andrea inginkan,walaupun harus membunuh dirinya sendiri ia rela asalkan anak dan suaminya baik-baik saja,dua minggu berlalu tak ada kabar dari Javier,Perasaan sedihnya dan penderitaannya mampu membawa luka yang teramat dalam di hatinya, kejang perut masih sering ia rasakan, akhirnya hampir sebulan menghabiskan waktu dan kesehariannyan di rumah sakit, akan kah ada akhir dari kejadian ini? Hanya Tuhan yang mampu menjawabnya. "Ndrea, apa tak bisa makan sedikit saja? Hm?" Tanya Jeny yang hendak melayangkan Sesendok Makan untuk Andrea, Andrea menyiksa di

