Bab 8
"Apa kau sedang ada masalah? atau kau sedih?" tanya vita yang menanyakan banyak pertanyaan pada Andre.
"Sama seperti hal yang kau lakukan di sini," jawab Andre.
"Hahaha, tentu saja aku berbeda dengan mu, aku disini, kerena aku bosan melihat dunia nyata ku, aku ingin menghilang dari muka bumi ini.m," celoteh Vita yang sedang di bawah pengaruh alkohol.
"Apa kau punya masalah? Kau bisa berbagi cerita dengan ku!" jawab Andre yang ingin lebih jauh mengenal Vita.
"Aku punya ayah b******n, aku benci dia, aku kecewa pada nya, dia sudah menghancurkan harapan ku di masa depan, dia tidak pantas menjadi ayah ku," ucap Vita tanpa sadar menceritakan semua yang ada di dalam hati nya.
Vita terus mengoceh tentang semua yang di rasakan nya kepada Andre, tentang semua kepribadian Vita, bahkan hal yang memalu kan pun dia cerita kan semua kepada Andre, Andre hanya tersenyum mendengar kan semua pembicaraan Vita, dari kisah sedih, bahkan tentang masa kecilnya.
Setelah selesai mengeluarkan semua unek-unek nya pada Andre, Vita pun akhirnya tertidur di atas meja Batender.
"Hey, apa kau tidur? " Andre yang menggoyang kan tangan Vita.
"Astaga gadis ini, setelah mengoceh sangat panjang, dengan semudah itu dia tertidur,"
ucap Andre yang kebingungan.
Dia tak tahu kemana harus membawa Vita, bahkan dia tak tahu di mana alamat rumah nya.Dengan terpaksa Andre membawa Vita ke apartemen nya.
***
Rika yang tampak sibuk mengutak-atik telepon genggam nya, dia berusaha menghubungi Vita, kerena ini sudah sangat larut malam.Namun tak ada jawaban sama sekali.
"Kemana kamu Vita? kenapa kamu gak ngangkat telepon mama?" ucap Rika yang terlihat sangat khawatir.
"Cklek "
Suara pintu terbuka, Rika segera menuju ruang tamu, berharap Vita yang membuka pintu tersebut.
"Loh kamu ternyata,Mas!" ucap Rika yang melihat Billy di depan pintu.
"İya, memang nya kenapa? apa kamu menunggu seseorang?" tanya Billy.
"İni loh, Mas! Vita jam segini belum pulang. Biasa nya kalo dia gak pulang, dia selalu kabarin aku kalau dia sedang menginap di rumah temannya."
"Sudah lah! nama nya anak muda, mungkin dia lupa buat kasih kabar sama kamu," Ucap Billy segera masuk ke dalam rumah dan duduk di salah satu sofa ruang tamu.
"İya juga ya,Mas. Mungkin aku yang terlalu berlebihan, toh besok vita akan kembali pulang," ucap Rika yang berjalan menghampiri Billy duduk di kursi ruang tamu.
"Bagaimana pekerjaan hari ini,Mas?"
"Ha... semuanya lancar," ucap Billy sedikit gagap.
"Syukurlah, kamu mau aku buatin teh,Mas?"
"Tidak usah! aku sudah minum teh tadi di luar kantor."
"Oke baik lah"
"Ada yang ingin ku bicara kan pada mu," ucap Billy serius.
"Iya, ada apa? wajah kamu serius banget?" jawab Rika mengerut kan dahi.
"Besok aku ada perjalanan bisnis,"
"Oh yaudah, kamu pergi aja,Mas! wajah kamu serius banget, buat aku takut aja," Rika yang tertawa kecil.
"Tapi aku pasti sangat merindukan mu," Billy yang berusaha romantis, agar Rika tidak curiga, bahwa dia akan pergi bersama Erika.
"Kamu ini, kita kan hanya tidak bertemu beberapa hari, bukan berpisah untuk selama nya," Rika yang memukul manja bahu Billy.
"ssstt"
Billy yang menaruh jari telunjuk nya ke bibir Rika."Jangan kata kan perpisahan, aku tidak akan sanggup berpisah dengan mu, biar lah hanya maut yang memisahkan kita, sampai kapan pun, aku tidak akan meninggalkan mu," Billy yang mengatakan perkataan itu dengan perasaan tulus dari dalam hati nya.
Billy memang tidak akan pernah bisa kehilangan Rika, dia juga tidak mau meninggalkan Rika, meskipun suatu saat dia akan ketahuan menjalin hubungan dengan Erika, dia akan tetap mempertahankan rumah tangganya.Bagi nya Rika wanita terindah yang pernah singgah di dalam hidupnya.
"Mas, kamu membuat aku sangat bahagia malam ini, aku merasa wanita paling beruntung di dunia ini, memiliki suami yang baik dan setia seperti kamu," ucap Rika dengan tersenyum lebar, dan menyandarkan kepalanya ke bahu Billy.
"Ada perasaan rasa bersalah di hati Billy, kerena sudah berkhianat di belakang Rika, tapi dia juga tidak bisa meninggalkan Erika begitu saja. Billy dan Rika hanyut dalam perasaan mereka masing-masing yang sulit di artikan.
***
Andre yang sempoyongan mengendong tubuh Vita untuk segera masuk kedalam apartemen nya merasa sangat lelah.
"Berat sekali gadis ini," gerutu Andre.
Dengan susah payah Andre membawa masuk tubuh Vita ke dalam kamarnya, akhir nya dia sampai ketempat tidur, lalu meletakkan tubuh Vita di atas tempat tidurnya.
Sejenak Andre menatap wajah Vita, dia terpana dengan kecantikan vita.
Vita yang memiliki wajah tirus, hidung mancung, bulu mata yang panjang, dan bibir tipis yang merah. Seketika Andre ingin meniduri Vita."Hah! apa yang sedang aku pikirkan? kenapa aku sampai berpikir seperti itu, Apa kau sudah gila Andre?" ucap Andre yang berbicara pada dirinya sendiri, lalu segera menjauhi Vita dari tempat tidur.
Andre memilih tidur di salah satu sofa di dalam kamar, yang hanya beralas kan bantal dan selimut yang tebal.Sampai akhirnya Andre tertidur pulas.
***
Matahari mulai menampakkan sinarnya, dia mulai menembus sela-sela apartemen Andre.
Vita yang terkena pancaran sinar matahari.
Dia pun terbangun membuka mata nya.
Dia merasa asing dengan tempat ini,
bukan kamarnya saat dia bangun pagi.
seketika Vita terduduk di atas tempat tidur dengan mata melotot dan mulut terbuka,"Dimana aku? apa aku di culik? oh tuhan, aku tidak ingin menghabiskan masa muda ku di dalam tahanan psycopath," gumam nya dalam hati dengan wajah ketakutan
Vita menoleh ke arah kanan, dan melihat seorang pria tertidur pulas di atas sofa,
Vita mengingat-ingat wajah pria yang dia lihat."Siapa dia? seperti nya wajah nya tidak asing?" ucapnya sembari memukul kepalanya dengan pelan.
"Kau sudah bangun?" Andre yang tiba-tiba menyapa Vita, mengejutkan Vita dari lamunannya.
"Ha! jangan! jangan sakiti aku! aku akan memberi mu uang, berapa pun yang kau pinta," ucap vita yang mundur kebelakang tempat tidur merasa ketakutan.
"Apa kau sudah gila?" ucap Andre yang bangkit dari sofa berjalan menuju Toilet.
Vita yang mengerut kan kening nya tak mengerti, apa sebenarnya yang terjadi,
setelah berusaha mengingat semuanya, dia membulat kan mata nya, "Ah, aku ingat! dia pemuda yang menolong ku di Bar kemarin, tapi apa yang terjadi? kenapa aku disini?" ucapnya mengaruk kepalanya tak mengerti.
"Kau sudah ingat?" Andre yang keluar dari toilet berdiri menatap Vita.
"Apa? ingat apa? semalam tidak ada terjadi hal yang aneh kan?" ucap vita lalu membuka selimutnya dan memeriksa pakaian nya apakah masih utuh.atau tidak. lalu dia menarik nafas panjang Merasa lega mengetahui pakaian nya tak berusik sama sekali
"Huh, syukurlah, tidak terjadi apa-apa," Ucap Vita lega.
"Apa yang sedang kau pikirkan? kau berharap aku akan tidur bersama mu," Ucap Andre dengan wajah datar.
Bersambung ....
Happy reading ?
semoga kalian suka dan terhibur dengan Episode ini ya ?