Hoekk.. Hoekk.. Keyra memuntahkan lagi semua isi yang ada di dalam perutnya. Entah kenapa setiap kali ia makan, ia selalu merasakan mual. "Kenapa dari tadi mual terus sih?" gumam Keyra. Perempuan itu mencuci mulutnya dengan air dan kembali lagi ke meja makan. Tubuhnya terasa sedikit lemas sekarang. "Apa jangan-jangan... gue hamil?" batinnya. Keyra pun segera mengambil ponselnya dan menelepon sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Nabilla. Dan kebetulan sekali Nabilla juga seorang dokter, meski bukan dokter kandungan sih. Yahh, paling tidak kan Nabilla mengerti dengan hal semacam ini. "Halo Jaenab, bisa bantu gue gak?" tanya Keyra. "Tumben lo telfon gue pagi-pagi. Lo mau minta bantuan apa?" "Lo ke rumah gue sekarang ya, pliss" "Hah, ke rumah lo? Emangnya lo nggak ke butik apa?" "Udah

