Empat Puluh Dua - Kelahiran Sang Malaikat Kecil

1813 Kata

"Mbok! Saya yang bawa Kyara ke rumah sakit! Bilang Rayyan bjar cepat menyusul!" teriak Kenan. "Sabar ya Kya, sebentar lagi kita sampai!" seru Kenan berusaha menenangkanku. "Ken.." panggilku. "Iya, Kya?" "Air ketubanku Ken.. Air ketubanku.." sedikit histeris aku melihat air yang keluar deras dan semakin membasahi baju hingga kursi mobil Kenan. "Sabar Kyara.. Sebentar lagi kita sampai.." *** "Keenn.. Aku udah gak kuaatt.." teriakku. "Sabar Kya.. Rumah sakitnya sudah di ujung sana." Tiinn.. Tiiiinnn.. Kenan membunyikan klakson mobilnya kencang-kencang agar kendaraan yang berjalan di depan mobil Kenan segera menyingkir. "Duuhh... Sakiiittt..." aku tak bisa mengendalikan rintihanku. Rasanya kepala sang bayi menekan bagian kewanitaanku dari dalam sana. Rasa sakit bercampur mulas mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN