“ILONA JUGA ANAKKU!!” bentak Rayyan dengan suara lantang. Tatapannya juga menjadi sangat tajam seperti ingin mengulitiku. “Aku sudah memohon padamu, tetapi kamu mengabaikanku! Jika memang hanya Ilona yang bisa membuatmu tetap berada di rumah ini, maka tak akan kubiarkan Ilona ada dalam genggamanmu!” desis Rayyan. “Asal kamu mau menurutiku dan tetap berada di rumah ini, maka akan kubiarkan Ilona tetap bersama kamu! Tetapi kalau kamu masih saja memaksa pergi, jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi dengan Ilona!” ancam Rayyan. *** Rayyan mengunci pintu kamar saat dia berangkat bekerja. Hanya Mbok Asih saja yang diberi izin oleh Rayyan untuk masuk ke kamar. Mbok Asih ditugaskan membawakan makan untukku. Tetapi Mbok Asih sudah diperingatkan oleh Rayyan agar tidak membiarkanku keluar

