Aku bangkit dan duduk di samping Mama. Kutatap wajah Mama dengan kedua mataku yang sembab. “Ma, doain Kyara agar semuanya membaik ya.. Kya masih belum bisa cerita semua masalah Kyara. Tetapi Kya tahu doa Mama akan sangat membantu Kyara..” pintaku memohon. “Itu pasti Kyara! Mama pasti akan selalu mendoakan semua yang terbaik untuk kehidupan kamu!” Aku memeluk Mama dengan sangat erat dan tak mau melepaskannya. Karena aku tidak tahu kapan lagi aku bisa memeluknya sangat erat seperti ini. Pelukan ini akan kujadikan sebagai pengisi kekuatanku untuk menghadapi getirnya kehidupan. *** Raska menatap dokumen kerjasama yang sudah ditandatangani sambil tersenyum puas di ruang kerjanya. "Hahaha.. Satu klien sudah pergi meninggalkan kamu Ray! Kita tunggu akan ada berapa klien lagi yang

