BUUGGHH!! "KYARA!!" teriak Kenan dibarengi dengan tangisan kencang Ilona. "Kya... bangun Kya... maafin aku..." katanya dengan suara bergetar. "Ray!! Cepat bawa Kyara ke rumah sakit!!" "Kyaraa... Kya..." Rayyan mulai menitihkan air mata. "Rayyan!! Bawa Kyara ke rumah sakit!!" *** "Kya, aku mohon jangan pergi dari rumah ini. Jangan pernah kamu meninggalkan aku.” Dengan lirih Rayyan memohon padaku agar aku tidak pergi meninggalkannya. “Maaf.. Aku tidak bisa lagi hidup bersama dengan kamu mas..” Kulepaskan genggaman tangannya dan melangkah pergi dari hadapannya. Rayyan menarik lenganku, memelukku dan mencoba mencium keningku. Hingga pada akhirnya Rayyan berhenti mengejarku saat ibunya menarik lengannya dan membawanya masuk ke dalam rumah. “Jangan nangis.. jangan nangis Kyara.. Ini su

