Zahra

1962 Kata

Zahra "Aku hanya tidak ingin merasakan sakit yang sama kedua kalinya, meskipun aku jatuh tetap pada orang yang sama. Aku hanya berharap, semoga Allah melindungi hatiku." -Syauqillah & Syadzahra- *** "Silakan duduk." Syadza berusaha mencairkan suasana yang membeku sejak kehadiran lelaki itu., pintunya sengaja tidak ditutup karena mereka masih paham akan adab khalawat dengan yang bukan mahramnya. Syauqi berjalan menuju kursi di depan meja Syadza tanpa menutup pintu agar tidak terjadi fitnah. Syauqi berdeham pelan, memosisikan dirinya senyaman mungkin. "Apa kabar?" tanya Syauqi lirih. Matanya tak pernah lepas menatap gadis bercadar di depannya yang selalu menundukkan kepala. Syadza mengangkat kepalanya, menatap Syauqi sekilas. "Alhamdulillah," jawabnya singkat. "Bagaimana dengan kamu?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN