Kala Itu

1796 Kata

Kala Itu "Terkadang hancur perasaannya. Ketika tahu sebuah masa lalu, yang kemudian menyeretnya untuk memilih. Haruskah hidup bersama kenangan atau harapan" -Syauqillah & Syadzahra-   *** Sejak pagi hingga siang, Syadza hanya fokus dengan kuliahnya yang melelahkan. Bukan hanya dirinya saja, ketiga sahabatnya yakni Nayla, Qori, dan Tania juga bernasib sama. Maka dari itu, istirahat kali ini, mereka akan mencoba salah satu menu baru di kantin kampus atas rekomendasi Tania yang kini tidak henti-hentinya berbicara, sementara Syadza, Qori, dan Nayla hanya menopang dagu sambil mendengarkan cerita Tania. "La ilaha ilallah!" pekik Syadza tiba-tiba, membuat Tania menghentikan ceritanya. "Ada apa, Sya?" tanya Qori pada Syadza. Syadza tidak menjawab, tangannya terlalu gemetar dan tubuhnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN