Privilege of Love

1307 Kata

"Congratulation, sayang! Akhirnya kalian balikan juga." Dengan raut bahagia Danisa menyambut Karenina yang baru saja tiba di kantor. Karenina hanya tersenyum tipis, lalu menaruh tasnya dengan lesu. Ada gurat kelelahan yang tak bisa disembunyikan dari wajahnya, seolah kebahagiaan yang baru saja ia dapatkan memikul beban yang sangat berat. "Kok, enggak happy? Ada masalah apa lagi?" tanya Danisa melihat reaksi Karenina yang tidak bersemangat. "Aku enggak ada masalah sama Aidan. Tapi sama keluargaku," sahut Karenina. Ia duduk di kursinya, menyandarkan punggung sambil menatap kosong laptopnya yang masih tertutup. "Keluargamu?" "Mama kan, enggak setuju aku balikan lagi sama Aidan." "Oh ya?" Alis Danisa terangkat. "Karena masalah kalung itu?" "Dan masalah Kak Martin juga," timpal Karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN