Hari pertama sekolah

3184 Kata
Cahaya matahari pagi bersinar terang dari balik jendela kaca kamar dilantai 2 itu , seorang ibu yang ada didalam nya membuka dan masuklah cahaya itu dari sela- sela tralis putih yang menyinari seisi ruangan sampai membangunkan seorang gadis yang masih terlelap. " Anna , ayo bangun ini udh jam 6 pagi loh" -ibu " kamu kan harus sekolah, jangan maunya libur terus deh" -ibu " iya ibu , 10 menit lagi yah" -Anna " kamu kira ibu gatau hah, kamu semalem begadang kan?" -ibu " ibu bilang jangan begadang kalo udah hari sekolah, kamu tuh susah banget si dibilangin nya" -ibu Masih pagi saja , Anna sudah diberi ocehan oleh ibunya yang tentu membuat ia kesal. Padahal itu hari pertama Anna masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas loh.. yups benar sekali Anna hari ini naik ke kelas 11 SMA. " Yaudah iya aku bangun nih, tapi ibu pergi dulu, baru aku mau bangun" - Anna " Awas ya ibu balik lagi kamu belum rapih , ga ibu kasih jajan" -ibu " Iya cepet ibu pergi dulu" usir Anna Anna memang agak ngeselin anaknya , ia seperti itu karena terlalu dimanja. Sarapan " Kamu abisin ya susunya , rotinya jangan disisain. Kalo ga abis mending gausa berangkat sekolah aja" -ibu " Makan tuh yang banyak, biar ga kurus terus HAHAHAH" -celoteh Abang " Iya iya aku abisin" -Anna " Aku dianter siapa bu ke sekolahnya?" -tanya Anna sambil memagang roti bakar s**u keju di tangan kanannya " Ya Abang kamu dong , emang kamu mau kalo ibu suruh naik gojek?" -ibu " Tapi abang suka nurunin aku jauh dari sekolah ah , bilangin bu. Aku kan capek jalannya" -Anna " Bohong aja lu , gw selalu turunin lu depan pintu gerbang loh" -abang " Udah dong , abisin sarapan cepet nanti kalian telat kalo berantem terus" -ibu " Awas aja sampe aku diturunin jauh dari sekolah" -Anna " Engga kok sayang, oh iya Anna kamu kan berarti kelas dan temennya baru dong , kan ini kenaikan kelas? " -ibu " Iya Bu , makanya aku mau cepet datengnya biar aku kebagian tempat duduk" - jawab Anna " heh bocil , yang namanya tempat duduk di kelas mah pasti dapet lah mau dateng telat juga" -ucap abang yang ngeselin " Ih gausa ikutan deh, iyasi bangkunya gabakal ga kebagian. Tapi kalo dateng nya ga cepet nanti dapet posisi tempat duduknya gaenak tau" -jawab Anna kesal " Udah ayo cepet berangkat, aku gamau telat tau" " Iya sabar dong , lu kira gw ojek hah" " Yaampun kalian berdua, cepet jalan sana. Bikin pagi pagi ibu pusing aja deh" - ucap ibu sambil mengantarkan kedua anaknya itu kedepan gerbang Mereka berdua pun berpamitan kepada ibunya, dan langsung berangkat menggunakan Honda Civic turbo type R yang mewah berwarna putih. " Aku berangkat dulu ya bu" " Hati' ya sayang , muach" -ibu mencium pipi gadis nya itu tanda sayang disetiap paginya setiap ingin masuk mobil untuk berangkat sekolah " Inget ya , turunin adek kamu di depan gerbang nya loh bang" -ucap ibu kepada Abang agar ia tidak menurunkan Anna jauh dari sekolah nya " Iya engga kok, lagian omongan Anna boong kali Bu" -jawab Abang " dadah ibu , Assalamu'alaikum" Sekolah BRAKKKK!! bunyi buku yang jatuh ke lantai , tepat didepan Anna yang membuatnya berhenti berjalan. " Loh , lo gapapa?" ucap Anna pada seorang laki" yang baru saja keluar dari perpus dengan tergesa-gesa dan menjatuhkan buku yang ada di bawah lantai itu. " iya sorry ya, gw gapapa kok" jawab laki-laki itu dengan membungkukan badannya kepada Anna tanda maaf karena membuat Anna kaget " iya gapapa kok , sini gw bantuin deh" Anna pun membantu mengambil buku yg terjatuh itu dan membereskan kembali. buku bukunya itu banyak dan berjudul Ensiklopedia Kerajaan " Wahh , Lo anak IPS ya pasti?" - tanya Anna " Hehe iya , ini gw suruh bawa ke ruang 3a , makanya tadi gw buru-buru" jawab laki-laki itu sambil berdiri dan ingin beranjak pergi " Okedeh , thank you ya mau bantuin beresin buku nya" " oke sama sama" Laki- laki itu pun pergi meninggalkan Anna. Tampang laki-laki itu tidak terlalu familiar, karena ia memakai masker dan jaket Nike sport. Jadi Anna tidak terlalu mengenali nya " Oh iya gw kan kelas baru, dimana ya kelas gw yang baru" ucap Anna sambil menuju Mading ,dan ingin melihat di daftar kelas, agar tau namanya tercantum di kelas berapa. " Annisa Shelina , nah ini dia nama gw" Ia menunjuk namanya , yang ada di urutan ke 25 dan bertempat di ruang 3b XI IPS 2 " Ya Allah dilantai 3, kalo begini setiap pagi gw bakal keringetan deh" -ucap Anna kesal Sesampainya di kelas, ia hanya seorang diri yang ada disana. Anna menempati tempat duduk barisan ke tiga bangku ketiga dari depan. karena menurutnya itu tempat yang pas dan tidak terlalu dekat dengan guru. Setelah itu ia hanya duduk manis , sambil memasang airpod ditelinga dan mendengarkan musik lewat Spotify. menunggu siapa yang akan datang lagi. Tiba- tiba ada seorang perempuan yang menempati tempat duduk didepannya itu. " Acell , kita sekelas lagi deh" ucap Firra teman Anna waktu kelas 10. Oh iya anak sekolah memanggil Anna dengan sebutan Acell. Jadi jangan heran ya.. Acel itu singkatan dari Annisa Shelin " Eh Firaa , gw kira siapa. yaudah lu duduk depan gw aja deh" " iya sip deh , gw kira gabakal sekelas lagi kita" " kek nya cell , Jean sama Verrel juga sekelas lagi sama kita. tadi gw liat namanya kok" " yaudah sisain aja tempat duduk buat dua orang itu , biar kita ga jauhan duduknya ya" Mereka berdua pun bersepakat untuk menempatkan Jean dibangku depan Fira dan Verrel di belakang bangku Acell Bel istirahat Mereka berempat pun beranjak ke kantin karena sudah sangat lapar , sebenarnya saat dikelas tidak ada mata pelajaran hanya perkenalan karena baru hari pertama, tetapi guru tidak mengizinkan untuk keluar kelas " Makan apa ya, gw lupa makanan kantin deh" - Firra " Gw mau Nasi goreng aja lah , sama es teh manis" - Verrel " Batagor , gw mau batagor sama es jeruk, kalo lu mau apa Cell ?" -Jean Mereka berunding tentang apa makanan yang akan mereka pesan dan Jean menanyakan apa yang ingin di pesan oleh Acell. Karena mereka tau Acell orangnya ribet dan selalu memesan paling terakhir. " Gw Batagor juga deh , bingung soalnya lagian gw tadi sarapan kok" -jawab Acel sedang makan Tiba-tiba terlihat dari ujung pintu kantin rombongan laki-laki memasuki kantin , yang membuat satu kantin menoleh kepada mereka(laki-laki itu), tetapi tidak ada dari salah satu anak berempat itu yang menoleh. Karena mereka lagi menyantap makanan nya itu. Karena bangku yang mereka berempat duduki adalah bangku yg panjang dan masih cukup untuk 5 orang an , maka dari itu rombongan laki laki tadi pun menghampiri mereka berempat " Keliatan nya masih banyak tempat disini, boleh join dong ya?" -ucap salah satu dari 3 orang itu yang bernama Marcel. Cowo yg memiliki tubuh tinggi , anak basket , jago main drum, dan siapa sih perempuan yang tidak suka dengan dia? " Masih banyak kok ini bangku yang kosong loh" -sambung Riza , cowo manis , dengan rambut poni samping dan juga sebagai Captain Futsal " Ohh silahkan" -jawab Firra dengan nada datar Mereka berempat yang sedang fokus menyantap makannya itu kurang menyukainya rombongan laki-laki yang ada di hadapan mereka, karena mereka sudah terkenal sebagai pembawa onar dan tengil di sekolah. Pantas saja kalo Firra jawab dengan nada datar. Malah setelah rombongan laki-laki itu duduk , rasanya mereka berempat ingin cepat beranjak pergi. " Lo semua anak IPS ya?" -tanya Riza " Iya" -jawab Firra , yang daritadi hanya dia yg meladeni 3 cowo itu setelah 15 menit duduk dibangku yg sama , Mereka berempat beranjak untuk pergi ke kelas lagi " Gw duluan ya , soalnya udh mau bell juga" -ucap Firra lalu pergi jalan keluar kantin disusul oleh ketiga temannya Oh iya Firra itu anak OSIS makanya dia lumayan berani kalo ngobrol sama yg belum dia kenal , dia juga yang paling famous diantara ketiga temannya. Pulang Sekolah "Sampai ketemu besok yah girls" - Ucap Verrel sambil menaiki CBR 125 nya itu " Acell , lu pulang sama siapa?" - tanya Firra , karena melihat Acell yang daritadi seperti sibuk dengan ponsel nya " gw sama Kaka gw kok, kalian duluan aja gpp, see you ya" - jawab Acell Agara teman nya tidak khawatir "Okei deh kita berdua duluan ya Cell" -ucap Verrel dan Firra yang bersamaan keluar dari gerbang sekolah Tak lama kemudian Kaka acel pun datang denga mobilnya, tetapi ia tidak langsung pulang kerumah , karena Acell mau ke toko buku terlebih dahulu Di mobil " Kenapasi , selalu aja dijemput terakhir, lo emang baru pertama kali jemput gw ya?" -ucap Acell dengan muka kesal tapi lucu " Lo kira kerjaan gw cumn jemput lu doang gitu hah?" - jawab kak farros yang membuat Acell makin kesal karena gada rasa bersalah Acell mood nya memang berubah' bahkan dia bisa menangis dalam 2 detik kemudian juga bisa langsung tertawa. " Anterin gw dulu ke Gramedia yah, baru abis itu pulang" " Ada maunya aja lu baik baik" " Bodo , Pokoknya anterin gada penolakan. kalau ga gw bilangin ibu!" " awas aja lu kalo lama gw tinggal" " iya engga ah bawel bgt" Gramedia Di dalam Gramedia sangat sepi , karena itu siang hari dan bukan hari libur pantas saja pengunjung yang datang kesitu dapat dihitung dengan jari. Disana Acell mencari buku sejarah yang sudah lama ia ingin beli tapi selalu sold, ia berharap bukunya ready karena ini bukan hari yang ramai pengunjung. " Dimana ya bukunya" - Acell kebingungan karena rak bagian buku sejarah itu sangat tidak terurus , memang banyak macam buku sejarah tapi tata letak nya kurang tertata 10 menit berlalu baru Acell menemukan buku yang dia idamkan sejak lama dan masih ready. " Nah ini dia Alhamdulillah akhirnya ada juga nih" " Loh suka sejarah juga ya?" -ucap seorang laki-laki yang sedari tadi melihat Acell yang kebingungan dari ujung rak. " Eh iya nih" -ucap Acell dengan muka so cool padahal sebenarnya dia agak kaget tiba' dia sapa gitu " Lo cewe yang tadi di kantin bareng sama Firra kan?" " Hehe iya bener" " Santai aja , Oiya gw Marcel" -ucap cowo itu sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman " Annisa Shelina " - jawab Acell gugup " Acell?" Marcel menegaskan , karena perempuan didepannya itu tidak memberi tahu nama panggilan nya itu " iya, itu panggilan buat temen deket gw" " gw nanti kan bakal jadi temen deket lo" Marcel terlalu membuat Acell bingung karena kata' nya itu , makanya Acell lebih baik berpamitan untuk pergi duluan saja. Lagian pasti kakak nya sudah menunggu karena dia sudah 30 menitan didalam toko buku itu. " Eh maaf gw duluan ya , sorry" - ucap Acell dengan agak menundukan kepala nya lalu permisi kearah kasir untuk membayar buku nya lalu pulang. " iya silahkan, hati-hati ya" Tanpa ia sadari , Marcell dari tadi tersenyum saat berhadapan dengan Acell yang menurut dia adalah tipe nya sekali. Lagi pula laki" mana sih yang tidak mau dengan Acell , sudah cantik , pinter , lucu , pandai bermain basket Rumah " Assalamu'alaikum ibu , Acell pulang" " Waalaikumsalam sayang , ganti baju dulu ya abis itu kebawah makan dulu , jangan langsung tidur" Ibu acell memang sangat sayang sama dia , Acell dan Kaka nya itu benar' dididik dan di sayang sekali oleh kedua orang tuanya itu. Meskipun Kaka beradik itu sering sekali terlihat meributkan suatu hal tetapi sebenarnya mereka satu sama lain saling menyayangi. " Kok kalian berdua pulang nya agak telat si , emang nya ada acara apa lagi?" " ini bu tadi si Acell , dia ke toko buku dulu , mana lama banget lagi" " enggak lama kok Bu itu , Kaka aja lebai" " Sudah gapapa , ibu cuman nanya aja kok. Memangnya Anna beli buku apa" " buku sejarah Bu , itu buku yang udah lama Anna mau , tapi baru ready hari ini aja. Makanya Anna langsung beli karena ini hari biasa coba kalau hari libur , pasti udah ga ready lagi" - Jawab Acell sambil menyantap hidangan Ayam goreng balado dan sayur bayam buatan ibunya Gadis cantik itu memang banyak nama panggilan nya tapi ibunya sejak kecil selalu dan tetap akan memanggil dia Anna , bukan Acell seperti panggilan teman" nya itu. Malam hari Setiap malam Acell selalu menunggu ayah nya pulang , ayahnya yang tidak tentu pulangnya menyebabkan Acell selalu menunggu dengan kebingungan. " Ayah hari ini pulang gak ya?" - ucap Acell di dalam hatinya , dia Inging ayahnya pulang hari ini karena ia mau memberi tahu kalau ia sudah dapat membeli buku itu. Acell melamun di atas balkon kamarnya menghadap ke langit , disana hanya ada dia , langit malam , kesunyian yang tentram sekaligus kebingunngan karena sosok ayah yang tak kunjung pulang. Fir.ra (start messages to you) Hei Acell Kenapa tu Tadi ke toko buku ya lo? iya kok lu bisa tau? Besok gw ceritain deh ya Babai Belum selesai Acell membalas chat Firra, tetapi dia sudah off duluan padahal Acell penasaran apa maksud Firra chat dia malam' dan kenapa Firra bisa tau kalau Acel pergi ke Toko buku sepulang sekolah? " Bukunya gamau gw buka dulu ah sebelum ayah dateng, biar ayah tau gw beneran bisa dapetin bukunya dan bukan dari minjem ke orang lain" Tin Tin Tin!!! lamunan Acell pun buyar saat mendengar dari bawah suara mobil ayah nya itu , pertanda ayahnya sudah pulang. Walaupun sudah larut malam. Acell pun langsung lari menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa dengan membawa Buku nya itu. " Ayah!!!! " " Anna yaampun hati-hati sayang" Ucap ibu yang mendengar langkah cepat Anna dari atas yang terdengar kencang. " Ayah liat deh, akhirnya aku dapet bukunya, ini aku beli pas tadi pulang sekolah" " Buku apa itu sayang?" " Ini yah , buku Sejarah yang aku bilang waktu itu, aku hebat kan bisa dapetin dari sekian lama aku nunggu barangnya ready stock lagi" " Wah dibaca yang bener ya , jangan dibeli aja, seneng deh ayah kalo kamu suka baca buku selain buku mapel" " Acell, ayah kan baru pulang kamu gimana si. Kasih ayah istirahat dulu sebentar" ucap ibu sambil menghampiri aku dan ayah, sembari memberikan secangkir teh anget. " ih iya ibu , yaudah deh aku mau keatas lagi ya" " iya sayang istirahat ya " -ayah Sebelum tidur biasanya Acell mendengarkan musik terlebih dahulu lewat iPad nya itu , dan kalau ada catatan dari sekolah biasanya dia merangkum cuman karena tadi hari pertama jadi belum ada materi yang harus di rangkum. Acell itu dari kelas 10 orangnya rajin, apalagi kalau urusan membuat jurnal untuk bahan belajar nya itu. Sampai- sampai ia sering dimarahi ibunya karena terlalu larut dalam belajar. Saat sedang asyik mendengarkan musik , Verrel tiba-tiba mengirim pesan kepada Acell , mengajak ia untuk berangkat ke sekolah bersama. Acell besok bareng mau ga? Boleh banget, ga ngerepotin? Engga kok , besok gw samper 06.15 ya Owkeii sip , see you rell Pagi hari " Ibu Acell berangkat, Assalamu'alaikum" " Hei!! , sarapan dulu sayang" " iya ini aku udah ambil , sekalian di jalan makannya ibu" " Oh yaudah hati-hati ya sayang" Acell pun berlari keluar rumah menghampiri Verrel yang daritadi sudah menunggu di depan gerbang dengan Yamaha Aerox 155 yang ia kendarai itu. " Itu ibu lu marah ya?" " ih engga , itu ibu gw kira gw belum ambil sarapan" " yaudah ayo naik Cell" Mereka berdua berangkat pukul 06.20 dan sampai pukul 6.30 karena rumah Acell dengan sekolah tak terlalu jauh. " Turun cell, hati hati" " enak juga ya pagi" naik motor" " Ya lo lagian maunya naik mobil mulu kayak tuan putri" " ih gw takut kerudung gw garapih kena angin tau rell" " Yee dasar , mikirin penampilan mulu" " ih cewe tuh ya rell ,kerudung nya ga rapih bisa ga mood seharian tau" " iya iya yaudah buka jaketnya dulu Cell" " oiya nih (sambil menyodorkan jaket)" " Makan sambil di jalan si , tuh coklatnya kemana-mana" - ucap Verrel sambil membersihkan ujung bibir Acell yang ada sisa coklat dari manis nya itu " ah jangan gitu, elu jalannya kenceng bgt jadi gw ga rapih makannya" " HAHAHAH, yaudah ayo masuk" Disaat mereka berdua turun dari motor dan beranjak ingin ke kelas , ternyata ada seorang laki-laki yang daritadi memperhatikan mereka berdua dengan muka yang kurang enak. " kok mereka berdua deket banget si keliatannya , kayak bukan sahabatan" laki-laki yang memerhatikan mereka berdua itu adalah orang yang Acell temui di Toko buku siang kemarin. Yups dia adalah Marcell, memang sebelum kedua temannya datang Marcell selalu saling menunggu dan baru akan ke kelas ketika sudah lengkap dengan kedua temannya itu. ia masuk ke kelas MIPA , berbeda dengan Acell dan temannya yang merupakan anak kelas IPS. dikelas IPS Saat Acell masuk bersama Verell ke dalam kelas ternyata dua temannya itu sudah datang terlebih dahulu, padahal mereka berdua mengira datang terlalu cepat. " Loh udh duluan aja lo disini" " yah Cell , lu kan emng lama kalo dateng ga heran lagi deh gw" -ucap Firra sambil membulak-balikan majalah Provoke " Ini Acell lama, biasa anak kesayangan ibu HAHAHA" -ucap Verrel bercanda " Udah sarapan belum sayang?" " bekel nya dimakan ya sayang" Padahal masih pagi tapi Acell sudah dipojoki oleh ketiga temannya itu. Acell memang terkenal dengan Anak kesayangan ibu dikalangan mereka berempat. istirahat istirahat kali ini Acell dan teman-temannya tidak ingin pergi ke kantin karena masing-masing dari mereka membawa bekal dari rumah. Tidak tau karena alasan apa tapi memang kalau Acell selalu dan harus membawa bekal dari rumah sekalipun ia sesekali ingin jajan di kantin. " tumben kalian bawa bekel juga" " iya , gw lagi mau hemat , soalnya tahun ini last year JB konser ahhh" -ucap Jean dengan muka melasnya " Eh rell lu ga makan?" -tanya Acell yang dari tadi melihat Verell hanya asik dengan ponsel nya itu. " ih iya Cell , gw males ke kantin aja" " ih yaudah nih , gw ada 2 roti coklat lu kita satu satu ya?" -ucap Acell sambil menyodorkan satu roti manis yang tadi ibunya siapkan. " eh jangan gausa, itu ibu lu suruh lu makan semuanya. Nanti kalo lu kasi gw lu kurang kenyang nanti" " ih engga usah gitu , udah pokoknya lu harus makan! " Acell kekeh memberikan satu roti manis nya ke Verell karena ia tau sebenarnya Verell lapar tapi karena ia sedang ada sesuatu hal yang membuat ia harus menyimpan uang sakunya dibandingkan untuk membeli makanan kantin. " Nah kan tinggal makan doang kok susah si, enak kan?" " iya enak , soalnya yang kasih orngnya cantik HAHAHA" " YEE GW GA KASI LU ROTI JUGA EMANG UDAH CANTIK KALI" Mereka berdua pun menyantap makanan bekal nya masing-masing sesekali mengobrol sesuatu hal. Saat Acell sedang asik makan , ia teringat pada pesan yang dikirim Firra tadi malam. Masih tanda tanya apa maksud pesan itu. Makanya Acell langsung menanyakan pada Firra
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN