"Apa kau baik-baik saja?" Jeremy bertanya untuk ketiga kalinya pada Luna, tetapi gadis itu sama sekali tidak menjawab. Well, jangankan membalas, tatapan mata Luna saja tampak sangat kosong. Seolah, raganya sedang berada di sini. Namun, pikirannya telah melayang jauh, terbang tinggi, entah ke mana. Setelah berbincang dengan Ryan, gadis itu jadi aneh. Dia tak lagi ceria, tak lagi banyak omong. Kegiatannya hanya diisi dengan melamun. Bahkan, sudah beberapa kali sejak Jeremy mengajaknya mengobrol, untuk sekadar tahu apa yang sedang Luna pikirkan, tetapi gadis itu seolah tak mendengar perkataannya. Jeremy menarik napas pelan dan mengembuskannya perlahan. Sekarang, mereka sedang duduk di pojok ruangan, menjauh dari kerumunan yang semakin membeludak. Dari tempat ini, mereka bisa mengamati sit

