Mimi mengabaikannya, buru-buru membuka kopernya dan dengan memanfaatkan sapu tangan miliknya, Mimi hendak memegang benda pribadi milik bosnya. "mengapa kamu tidak menyentuh nya?" Mimi tersentak sesaat perempuan ini mendonga wajahnya, menyingkirkan tangannya ke belakang punggung dia mendongak menatap kedatangan Pramoedya dari balik pintu walking closet. Tak akan ada yang percaya apa yang terjadi, tentu saja. Seorang Boss yang entah bagaimana mampu membuat Mimi menandatangani sebuah perjanjian kerja sebagai asisten pribadinya detik ini menekuk kakinya menyamakan tinggi badannya dengan Mimi. Dia memungut barang pribadinya sendiri. Badannya yang tampak padat berisi bergerak mendekat, bau menyengat parfumnya mengibas sekian centi saja di hadapan mimi. Mimi lekas mundur dan bangkit berdiri.

