Aku mencari-cari makanan yang bisa disuguhkan selain air putih. Ah tak kutemukan. Toples-toples kosong. Kulkas juga kosong. Ingin sekali aku membeli sesuatu ke warung, tapi seingatku dompetku benar-benar kosong. Terpaksa aku hanya membawa secangkir air putih. Aku taruh di meja. "Diminum Lin, adanya air putih doing. Maaf banget ya.." "Nyantai aja kali, Cha." Lina menyeruput air putih itu beberapa teguk. Kemudian dia menaruhnya lagi di meja. Aqila turun dari pangkuan Lina. Dia berjalan pelan ke arahku. Matanya terlihat mau mengambil cangkir yang kusuguhkan untuk Lina. "Lin, ini maaf ya, cangkirnya aku taruh di dekat rak, biar nggak kejangkau sama Aqila. Nanti kalau mau diminum lagi aku ambilkan." "Oke, Cha." Aku mendudukkan Aqila di kursi. Tak jauh dari Lina. "Duduk dulu sama Kak Li

